PAPER
ETIKA
BISNIS DALAM MOBILE MARKETING
Oleh :
Yandri Natha (15210019)
Cherlina Efriyanti (15210020)
Rahmawati Eba Rian (15210021)
Rifadah Sam Ad Lau (15210022)
PROGRAM
STUDI S1-TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
RESPATI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2018
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan
puji syukur ke pada tuhan yang maha esa, karena atas segalah rahmat dan karunia
Nya kepada penulis sehingga makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang
diharapkan. Dalam Paper ini penulis membahas “Etika dalam Mobile Marketing”.
Paper ini merupakan
salah satu tugas mata kuliah Etika Profesi studi teknik Elektro Universitas
RespatiYogyakarta. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta
arahan selama penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis
menyadari banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini,
maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi
kesempurnaan paper ini.
Yogyakarta, 02 November 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER
Kata
Pengantar..........................................................................ii
Daftar
Isi.....................................................................................iii
Bab
I Pendahuluan.................................................................1
1.1 Latar Belakang.....................................................................1
1.2 Rumusan Masal................................................................... 4
1.3 Tujuan Masala..................................................................... 5
1.1 Latar Belakang.....................................................................1
1.2 Rumusan Masal................................................................... 4
1.3 Tujuan Masala..................................................................... 5
Bab II Tinjauan Pustaka......................................................... 6
2.1 Pengertian Etika................................................................ 6
2.2 Pengertian Bisnis............................................................... 6
2.3 Pengetian Etika Bisnis....................................................... 7
2.4 Dasar Etika........................................................................ 9
2.5 Perkembangan Etika Bisnis............................................... 9
2.6 Prinsip-prinsip Etika Bisnis.................................................11
2.7 Manfaat Etika Bisnis...........................................................12
2.8 Etika Bisnis dalam Mobile Marketing..................................12
2.9 Pengetian Etika Bisnis........................................................13
2.10 Kendala-kendala dalam pencapaian tujuan etika bisnis.....14
2.11 Peranan Etika dalam Bisnis.................................................16
2.1 Pengertian Etika................................................................ 6
2.2 Pengertian Bisnis............................................................... 6
2.3 Pengetian Etika Bisnis....................................................... 7
2.4 Dasar Etika........................................................................ 9
2.5 Perkembangan Etika Bisnis............................................... 9
2.6 Prinsip-prinsip Etika Bisnis.................................................11
2.7 Manfaat Etika Bisnis...........................................................12
2.8 Etika Bisnis dalam Mobile Marketing..................................12
2.9 Pengetian Etika Bisnis........................................................13
2.10 Kendala-kendala dalam pencapaian tujuan etika bisnis.....14
2.11 Peranan Etika dalam Bisnis.................................................16
Bab
III Pembahasan..................................................................19
3.1 Etika dalam Bisnis................................................................19
3.2 Peranan Etika Bisnis............................................................ 21
3.3 Peranan Etika dalam Bisnis................................................. 22
3.1 Etika dalam Bisnis................................................................19
3.2 Peranan Etika Bisnis............................................................ 21
3.3 Peranan Etika dalam Bisnis................................................. 22
Bab IV
Kesimpulan .................................................................... 23
4.1 Kesimpulan........................................................................... 23
4.2 Saran.................................................................................... 23
4.1 Kesimpulan........................................................................... 23
4.2 Saran.................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 24
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada era globalisasi seperti sekarang ini telah banyak
penemuan-penemuan dalam berbagai segi, termasuk dalam segi teknologi. Internet
adalah salah satu penemuan yang kemudian berkembang pesat. Hampir semua orang
terikat dengan internet, berbagai usia dari yang muda sampai yang tua. Semua
yang kita inginkan bisa di cari lewat internet. Perkembangan inilah yang
menjadi pemicu munculnya online shop,
dimana hanya dengan bermodalkan kuota dan tanpa perlu repot keluar rumah kita
bisa mendapatkan hal yang kita mau. Online shop ini termasuk kedalam bisnis
perdagangan media internet atau media telekomunikasi yang banyak diminati oleh
khayak umum.
Dengan tingginya minat masyarakat terhadap bisnis
online ini maka dunia perdagangan dalam online shop ini mampu menyediakan
layanan jasa dan barang yang diinginkan secara cepat sesuai dengan keinginan
atau permintaan dari si konsumen. Hal ini kemudian akan memunculkan transaksi
media sosial atau online guna menghubungkan penjual dan pembeli dan mempermudah
transaksi dari kedua belah pihak. Jauh berbeda dengan sebelum adanya internet
dimana biasanya dalam memasarkan produk atau jasa akan dilakukan secara offline
ditempat usaha yang berupa toko mall, warung-warung ataupun pasar dan secara
lokal (tidak dapat dijangkau oleh masyarakat luas). Sekarang berkat adanya
internet penjualan dapat dilakukan dimana saja bahkan tanpa perlu memiliki
tempat usaha kita telah dapat memasarkan produk atau jasa secara luas dan
menjangkau masyarakat luas bahkan seluruh dunia.
Internet mendorong adanya pasar bebas pada dunia
perdagangan sehingga persaingan promosi semakin tinggi. Celah-celah bisnis ini
diisi oleh berbagai produk dengan berbagai promosi agar mendapatkan jangkauan
pasar luas. Bagaimna telah kita ketahui bahwa efisiensi promosi yang dilakukan
melalui media sangat tinggi hal ini dikarenakan daya bujuk kuat dan hanya
menggunakan sedikit biaya.
Smartphone dipicu oleh hadirnya Blackberry dimana Blackberry
ini memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat mengirim pesan berupa gambar dan
suara bahkan dalam perkembangannya Blackberry
juga dipergunakan untuk mengirim uang. Di Blackberry
ini pula terdapat fitur BBM Grup yang kerap dimanfaatkan dalam dunia bisnis karena
dapat mengirim pesan berupa gambar, pesan dengan panjang karaker tak terbatas
dan biaya murah. Namun seiiring perkembangan zaman Blackberry kurang diminati dan tergantikan oleh smartphone lain
yang menawarkan fiture dan keunggulan yang lebih modern dari Blackberry. Onlineshop juga telah banyak meninggalkan BBM Grup dan bealih ke
Media sosial lain seperti Instagram dan facebook untuk mempromosikan produknya
dan lebih banyak menggunakan whatsapp untuk media komunikasinya.Mobile marketing adalah sebuah sarana
promosi dimana promosi tersebut memanfaatkan smartphone atau perangkat mobile.
Para marketer mulai mengincar mobile
marketing sebagai target utama dengan membangun atau membuat dua versi web atau
blog khusus yang dapat diakses menggunakan perangkat mobile, karena web dengan
kode html biasa tidak dapat diakses dengan sempurna dengan perangkat mobile. Hal ini dilakukan untuk
menjaring lebih besar pasar yang belum di eksploitasi mobil marketing.
Profesional bisnis di Indonesia lebih dari 50% menggunakan smartphone untuk bekerja (Wijaya, 2012).
Bentuk pemasaran melalui mobile marketing salah satunya dalah melalui reseller. Reseller
berasal dari kata Re dan Seller. Re berarti kembali dan seller berarti penjual.
Jadi dapat disimpulkan bahwa reseller adalah seseorang yang menjual kembali
barang yang ia beli dari supplier kepada konsumen dengan harga yang biasanya
lebih mahal. Reseller yang paling banyak diminati yaitu reseller fashion,
dimana mereka dapat mengupload foto produk mereka pada grup BBM, Whatsapp, line
atau media sosial seperti web mobile,
instagram dan facebook. Didalam mempromosikan produk mereka, reseller tentunya
perlu menerapkan etika bisnis.
Promosi harus jujur,
bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Promosi
tidak boleh menyinggung perasaan dan atau merendahakan martabat agama, adat
budaya, suku, dan golongan. Promosi harus dijiwai oleh asas persaingan sehat
(Faizal, 2010).
Untuk menghidari agar
konsumen tidak kecewa ketika produk sampai ketangan konsumen maka reseller
harus melakukan promosi secara jujur serta bertanggung jawab dimna reseller
dapat menjelaskan detail produk yang mereka tawarkan kepada konsumen yang dapat
berupa bahan, ukuran ataupun warna. Hal ini juga berguna membentuk kepercayaan
konsumen mengenai produk tersebut sehingga konsumen tidak merasa tertipu jika
informasi yang disajikan sesuai dengan reaitas produk.
Disini penulis akan membahas penelitian yang dilakukan
oleh Bob Sefias Reagan dalam jurnal yang ia tulis dengan judul Etika bisnis
dalam mobile marketing (studi Deskriptif Kualitatif pada Jualan Branded Grup
dan apriliza Shop) pada tahun 2014. Penelitian ini mengambil dua lokasi
ini karena ingin memberikan wacana
bagaimana etika bisnis Mobile marketing untuk
reseller fashion pria dan wanita
diterapkan.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan di
atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
a.
Bagaimana etika dalam
bisnis online shop atau mobile marketing?
b.
Bagaimana peranan
etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing?
c.
Bagaimana pengaruh
dari etika dalam bisnis online shop
atau mobile marketing?
1.3
Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah maka rumusan tujuan
masalah adalah sebagai berikut:
a.
Untuk mengetahui
etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing
b.
Untuk mengetahui
peranan etika dalam bisnis online shop
atau mobile marketing
c. Untuk mengetahui
pengaruh dari etika dalam bisnis online
shop atau mobile marketing?
BAB II
Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka
2. 1
Pengertian Etika
Etika sebagai praksis
berarti nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktikkan atau justru tidak
dipraktikkan, walaupun seharusnya dipraktikkan. Dapat dikatakan juga etika
sebagai praksis adalah apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan
nilai dan norma moral. Sedangkan etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral.
Dalam etika refleksi seseorang berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya
tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan Etika sebagai
refleksi menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang (Bertens, 2009,
h.33). Dengan demikan dapat dikatakan bahwa etika adalah cabang filsafat yang
mempelajari baik buruknya perilaku manusia (Bertens, 2009, h.35).
2. 2
Pengertian
Bisnis
Bisnis dari bahasa Inggris “business”, dari kata dasar busy yang berarti
“sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian,
sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Di
dalam melakukan bisnis, kita wajib untuk memperhatikan etika agar di pandang
sebagai bisnis yang baik.
Beberapa
pengertian bisnis menurut para ahli sebagai berikut:
·
Allan afuah
(2004)
Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang
terorganisasi untuk menghasilkan dana menjual barang ataupun jasa agar
mendapatkan keuntungan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan ada di dalam
industry
·
T. chwee (1990)
Bisnis merupakan suatu sistem yang memproduksi barang
dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat.
·
Grifin dan ebert
Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang
atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
2. 3
Pengertian Etika Bisnis
Secara sederhana yang dimaksud dengan etika
bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh
aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Berikut ini beberapa pengertian etika bisnis menurut para ahli:
·
Zimmerer
(1996:20), etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan
nilai – nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan
dan memecahkan persoalan.
·
K. Bertens,
Pengantar Etika Bisnis, (Yogjakarta: Penerbit Kanisius, 2000, Hal. 5),
Etika Bisnis adalah pemikiran refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan
ekonomi dan bisnis
·
Velasquez,
2005, Etika Bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral
yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana
diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis
·
Steade et al
(1984: 701) dalam bukunya ”Business, Its Natura and Environment An
Introduction”).Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan
tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.
·
Von der
Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal (1988),
memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis,
yaitu :
1) Utilitarian
Approach: setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena
itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat
memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak
membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2) Individual
Rights Approach: setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar
yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus
dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak
orang lain.
3) Justice
Approach: para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak
adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan
ataupun secara kelompok.
2. 4
Dasar Etika
Beberapa hal yang mendasari perlunya etika dalam
kegiatan bisnis:
1) Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan
keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib manusia
yang terlibat di dalamnya.
2) Bisnis adalah bagian penting dalam masyarakat
3) Bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu
memberikan pedoman bagi pihak – pihak yang melakukannya.
2. 5
Perkembangan Etika
Bisnis
Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens
(2000):
1.
Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan
filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan
manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan
kegiatan niaga harus diatur.
2.
Masa Peralihan: tahun
1960-an
Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di
Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan
terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia
pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam
kurikulum dengan nama Business and
Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.
3.
Etika Bisnis Lahir di
AS: tahun 1970-an
Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan
masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu
tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
4.
Etika Bisnis Meluas ke
Eropa: tahun 1980-an
Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai
berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara
akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
5.
Etika Bisnis menjadi
Fenomena Global: tahun 1990-an
Tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis
sudah dikembangkan di seluruh dunia.Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE)
pada 25-28 Juli 1996
2. 6
Prinsip-prinsip
Etika Bisnis
Adapun prinsip etika bisnis menurut Sutrisna
(2011, h.70) adalah:
1. Prinsip otonomi
2. Prinsip Kejujuran
3. Prinsip Keadilan
4. Prinsip Saling Menguntungkan
5. Prinsip Integritas Moral
Prisip ini yaitu otonomi
dimana perusahaan memiliki wewenang bebas sesuai bidangnya serta pelaksaan yang
sesuai dengan visi dan misi perusahaan, biasanya bersangkutpaut dengan
kebijakan eksekutif perusahaan. Prinsip otonomi ini berfungsi dalam pengambilan keputusan bisnis. Prinsip
yang kedua yaitu prinsip kejujuran dimana prinsip ini adalah kunci mutlak dalam
menjalankan bisnis guna betahan dalam jangka waktu lama dan persaingan bisinis.
Kejujuran ini berkaitan dengan mutu dan harga barang yang ditawarkan, dimana
kepercayaan konsumen menjadi taruhannya. Prinsip ketiga yaitu keadilan dimana
disini perusahaan dituntuk untuk berperilaku adil entah dalam relasi ekternal
atau internal perusahaan. Prinsip yang keempat yaitu prinsip saling
menguntungkan dimana menuntut agar tidak adanya pihak yang dirugikan dalam hak
dan kepentingannya. Prinsip kelima yaitu prinsip integritas moral dimana
perusahaan dituntut menjalannkan bisnis sedemikian rupa agar nama baik
perusahaan tetap dipercaya dan unggul.
Prinsip ini dihayati
sebagai tuntutan moral dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar dalam
menjalankan bisnisnya senantiasa menjaga nama baik dirinya dan perusahaannya
2. 7
Manfaat
Etika Bisnis
Pelaku bisnis akan
memperoleh kepercayaan dan citra yang baik di mata konsumen. Manfaat perusahaan
dalam menerapkan etika bisnis nenurut Amran (2012, h.14) yaitu:
1. Perusahaan mendapatkan kepercayaan dari
konsumen.
2. Menciptakan citra yang baik di mata
konsumen.
3. Meningkatkan motivasi pekerja.
4. Keuntungan perusahaan dapat diperoleh.
2. 8 Etika Bisnis dalam Mobile Marketing
Menurut AnneAhira, etika
binsis di Internet atau dunia maya harus memperhatikan hal sebagai
berikut.
1. Jujur
2. Ramah
3. Berjanji itu untuk ditepati
4. Adil
5. Kepedulian pada pelanggan
6. Responsif
7. Menghargai pesaing
8. Mematuhi hukum yang berlaku
9. Membayar pajak
10. Dedikasi tinggi
Sebagaimana telah
dikemukakan, bahwa Blackberry merupakan salah satu Smartphone yang
banyak digunakan untuk Mobile Marketing, sehingga prinsip etika bisnis
dalam Mobile Marketing dengan Blackberry adalah sama dengan
penjulan bisnis secara online. Dua dari nilai etika bisnis tersebut
koheren dengan nilai yang dikemukakan Bertens sebagai berikut.
1. Bertanggung jawab
2. Bersaing secara sehat.
2. 9 Computer Mediated Communication(CMC)
Computer
Mediated Communication (CMC)
adalah istilah yang digunakan untuk melakukan komunikasi berbasis
internet, menggunakan computerantar dua orang atau lebih dan melibatkan
pertukaran informasi melalui jaringan server. Domain ini mencakup semua alat
dan sistem pesan elektronik (Lee, 2002, h2).
Dalam jaringan mobille
marketing, perusahaan bisa mendapatkan pelanggan melalui aksi pesan teks,
pesan multimedia, dan gambar (MMS/Multy Media Service). Hal ini semakin
menjelaskan bahwa mobille marketing dianggap sebagai saran yang layak sebagai
komunikasi pemasaran, karena adanya karakteristik strategi pemasaran yang
bersifat personalisasi, unik, tidak terbatas pada lokalisasi dan dapat
berinteraktif di mana-mana (Al-Alak, 2010).
2.
Banyak perusahaan yang
mengalami konflik kepentingan.
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya
ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang
berlaku dengan tujuan yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi
yang dianutnya dengan praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar
perusahaan lainnya, atau antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan
masyarakat. Orang-orang yang kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal
karena mereka mengejar tujuan dengan mengabaikan peraturan.
3.
Situasi politik dan
ekonomi yang belum stabil.
Hal ini diperkeruh oleh banyaknya sandiwara politik
yang dimainkan oleh para elit politik, yang di satu sisi membingungkan
masyarakat luas dan di sisi lainnya memberi kesempatan bagi pihak yang mencari
dukungan elit politik guna keberhasilan usaha bisnisnya. Situasi ekonomi yang
buruk tidak jarang menimbulkan spekulasi untuk memanfaatkan peluang guna
memperoleh keuntungan tanpa menghiraukan akibatnya.
4.
Lemahnya penegakan
hukum.
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di pengadilan
bisa bebas berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi
ini mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma
etika.
5.
Belum ada organisasi
profesi bisnis dan manajemen untuk menegakkan kode etik bisnis dan manajemen.
Organisasi seperti KADIN beserta asosiasi perusahaan
di bawahnya belum secara khusus menangani penyusunan dan penegakkan kode etik
bisnis dan manajemen.
2. 11
Peranan Etika dalam
Bisnis
Menurut Gustina (2008), beberapa alasan mengapa etika
itu penting bagi kegiatan bisnis diantaranya:
1. Etika seharusnya
menjadi pedoman bagi semua kegiatan manusia, karena bisnis adalah kegiatan
masyarakat maka etika seharusnya menjadi pedoman dalam kegiatan bisnis tersebut
2. Bahwa aktivitas
bisnis adalah sama dengan aktivitas masyarakat lainnya, tidak akan dapat
berlangsung kecuali para pelakunya mematuhi standard etika yang ada. Contohnya:
saat konsumen menanyakan kenapa gambar atau foto dalam web tidak jelas, dan
dijawab dengan seenaknya saja aatau dengan kata-kata kasar, jadi tidak ada
bisnis yang dapat berlangsung terus menerus tanpa etika maka minimal para
pelaku bisnis yang bersangkutan harus mematuhi nilai etika yang ada.
3. Pertimbangan etika
sangat konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya tujuan untuk mamaksimumkan
keuntungan. Banyak perusahaan yang mengalami dilema moral namun berhasil
menyelesaikannya secara bermoral pula dan tetap memperoleh keuntungan yang
memadai, atau perusahaan yang dikenal memiliki kultur perusahaan yang bermoral
ternyata adalah peusahaan yang berhasil. Memang hal ini tidak membuktikan
adanya hubungan etika dengan keuntungan perusahaan, sebab ada banyak faktor
yang dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Namun tanpa adanya etika
dalam bisnis menyebabkan kegitan tersebut tidak berjalan stabil.
Masyarakat juga cenderung menyelahkan para pelaku
bisnis yang tidak bermoral serta menghargai atau memuji para pelaku bisnis yang
bermoral, sehingga para pelaku bisnis yang bermoral ini akan memperoleh
keuntungan walaupun tidak jelas dalam bentuk dan jangka waktunya sedangkan
pelaku bisnis yang tidak bermoral akan mengalami kerugian yang juga tidak jelas
bentuknya seperti apa jangka waktunya. Peranan etika dalam kegiatan bisnis antara
lain adalah:
1.
Etika harus menjadi
pedoman dalam kegitan masyarakat, karena itu seharusnya juga menjadi pedoman
bagi binis. Mana tindakan yang tepat, benar dan boleh dilakukan dalam bisnis
yang diharapkan menguntungkan semua pihak yang terlibat (Satyanugraha, 2003
dalam jurnal Gustina, 2008)
2.
Etika berperan
sebagai penghubung pelaku bisnis. Jika produsen sebagai penyedia produk yang
akan dibeli oleh konsumen menyediakan fasilitas pelayanan jual bagi setiap
konsumen yang telah memakai produknya, bukanlah sebuah celah bagi keduanya
untuk terus berhubungan. Pelayanan purna jual tentu merupakan refleksi nilai
atau etika bisnis yang terapkan perusahaan untuk menjadi loyalitas konsumen
(Tjiptono, 2005 dalam jurnal Gustina 2008)
3.
Etika juga berperan
sebagai syarat utama untuk kelanggan atau konsistensi perusahaan. Perusahaan
yang beretika akan selalu berusaha untuk memuaskan pelanggan atau konsumennya.
Konsumen yang loyal akan dapat membantu perusahaan agar tetap bisa bertahan
(Tjiptono, 2005 dalam jurnal Gustina 2008)
Banyak peranan lain yang dapat mempengaruhi oleh nilai
atau etika ini. Etika yang memerlukan pemahaman semua pihak agar kegiatan
masyarakat tetap berlangsung dan menguntungkan semua yang terlibat, akan
menjadi suatu jawaban terjadinya kesenjangan dalam dunia bisnis. Tanpa etika
yang diterapkan oleh semua pihak yang terkait dalam kegiatan bisnis tersebut
tentu kegiatan bisnis tidak akan dapat bertahan.
BAB III
PEMBAHASAN
3. 1.
Etika dalam bisnis
Kedua Reseller
tersebut telah menerapkan etika bisnis, walaupun si reseller belum sepenuhnya
memahami tentang etika bisnis. Dimana konsep etika bisnisnya yaitu:
a.
Kejujuran
Contoh tindakan kejujuran reseller antara lain:
· Reseller fashion
memberikan informasi tentang produk sesuai dengan kondisi produk, yang ditunjukkan
dengan foto disertai informasi bahan dan ukuran.
· Pemberian
harga sesuai dengan yang dicantumkan saat promosi, syarat berlaku, menjelaskan
harga produk dan ongkos kirim.
· Jujur dalam
kualitas produk, apalagi untuk produk branded yang sudahterkenal dan banyak
dijual di toko lain.
b.
Tanggung Jawab
Contoh tindakan tanggung jawab reseller yaitu :
·
memperlakukan semua
pelanggan dan karyawan secara adil
·
mengirimkan produk
sesuai transaksi yang dilakukan sampai ketakang konsumen
·
menyelesaikan
complain dari konsumen dengan cepat.
c.
Bersaing secara sehat
Contoh tindakannya yaitu tidak menjatuhkan pesaing
dengan cara-cara kotor, menjaga hubungan baik dengan para kompetiter`
d.
Ramah
Contoh tindakan reseller dalam hal ramah yaitu :
·
Melakukan interaksi
dengan konsumen
·
Ramah dalam
menganggapi setiap pertanyaan konsumen terkait dengan produk yang dijual
e.
Peduli pada pelanggan
Kepedulian terhadap pelanggan tercemin pada :
·
Tidak adanya
pemaksaan terhadap pembelian suatu produk, namun reseller fashion memberikan
informasi yang jelas mengenai produk tersebut, misalnya kualitas produk.
·
Penangan
pesanan maupun complain diterima secara welcome oleh reseller fashion.
f.
Responsif
Nialai responsif terwujud dalam:
·
Penyediaan
waktu untuk konsumen
·
Menjawab
setiap keingintahuan konsumen atas suatu produk yang dipromosikan dengan
keramahan
g.
Dedikasi
yang tinggi
Tercermin dalam penjualan produk yang
berkualitas dan pelayanan yang baik
3. 2.
Peranan etika bisnis
Dalam
adanya etika juga bisa untuk memecahkan sebuah permasalahan yang ada. Permasahan
yang ada diselesaikan dengan baik dan tanpa ada satu sama lain tersakiti. Etika
ini menjadikan para pelaku bisnis maupun para konsumen bisa melihat mana yang
benar dan yang salah. Etika bisnis ini juga membentuk suatu kenyamanan tertentu
terhadap para konsumen saat berbelanja pada situs website. Dalam berbisnis
online shop yang baik harus memiliki etika dan tanggung jawab sosial sesuai
dengan fungsinya. Online shop sangat mempertimbangkan etika sangat konsisten
dalam tujuan bisnis khususnya tujuan untuk mamaksimalkan keuntungan karena
banyak perusahaan atau online shop mengalami delema moral namun berhasil dalam
menyelesaikannya dengan bermoral dan tetap memperoleh keuntungan yang memadai
atau jika online shop yang dikenal mempunyai kultur yang bermoral tinggi adalah
online shop yang berhasil.
3. 3. Pengaruh etika dalam bisnis
1.
Jujur dalam
menjalankan bisnis dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
2. Semakin kita
cepat dan tanggap dalam memberi respon yang diadukan pelanggan semakin konsumen
merasa puas dengan service yang kita berikan.
3. Sifat ramah
dapat meningkatkan ketertarikan konsumen untuk melakukan transaksi pembelian
produk, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan produk.
4. Sikap ramah
dan kepedulian terhadap pelanggan akan meningkatkan jalinan komunikasi dan
loyalitas konsumen terhadap reseller fashion.
BAB IV
PENUTUP
4. 1.
Kesimpulan
Dalam masyarakat tanpa etika, ketidakpercayaan dan
kepentingan diri yang tidak terbatas akan menciptakan “perang antar manusia
terhadap manusia lain”, dan dalam situasi seperti itu hidup akan menjadi
“kotor, brutal, dan dangkal”. Karenanya dalam masyarakat seperti itu, tidak
mungkin dapat melakukan aktivitas bisnis, dan bisnis akan hancur. Karena bisnis
tidak dapat bertahan hidup tanpa etika, maka kepentingan bisnis yang paling
utama adalah mempromosikan prilaku etika kepada anggotanya dan juga masyarakat
luas.
4. 2.
Saran
Saran Praktis Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penerapan etika bisnis dalam mobile marketing dapat meningkatkan kepercayaan konsumen,
meningkatkan loyalitas yang berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan. Oleh
karenanya diharapkan semua online shop baik reseller fashion maupun
dropshiper terus memperhatikan etika bisnis dalam kegiatan
usahanya
DAFTAR PUSTAKA
Irma, Ade. 2014. Makalah Etika Bisnis
Di akses pada tanggal 29 November 2018 puluk
20.58 WIB.
Nurhaanah, Siti. 2014. Etika Bisnis Dalam Mobile Marketing pada Labellabutik Group dan Muezza
Collection Shop.
http://annaannalollypop.blogspot.com/2014/10/jurnal-etika-bisnis-tugas-1.html . Di akses pada tanggal 29 November 2018
pukul 23.49 WIB
Reagan, Bob Sefias. 2014. ETIKA
BISNIS DALAM MOBILE MARKETING
http://www.academia.edu/6371447/ETIKA_BISNIS_DALAM_MOBILE_MARKETING_Studi_Deskriptif_Kualitatif_pada_Jualan_Branded_Group_dan_Apriliza_Shop_JURNAL_JURUSAN_ILMU_KOMUNIKASI_FAKULTAS_ILMU_SOSIAL_DAN_ILMU_POLITIK_UNIVERSITAS_BRAWIJAYA_MALANG_2014. Diakses pada 27 November 2018 pukul 23.39 WIB
Setyorini, Diah. 2017. Peran Gender Dan Etika dalam Online Shop
https://diahsetyorini23.wordpress.com/2017/03/26/peran-gender-dan-etika-bisnis-dalam-online-shop/ . Di akses pada tanggal 28 November 2018
pukul 01.14 WIB

Komentar
Posting Komentar