Langsung ke konten utama

Etika Bisnis dalam Mobile Marketing



PAPER
ETIKA BISNIS DALAM MOBILE MARKETING

Oleh :
Yandri Natha              (15210019)
Cherlina Efriyanti       (15210020)
Rahmawati Eba Rian  (15210021)
Rifadah Sam Ad Lau  (15210022)

PROGRAM STUDI S1-TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2018

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke pada tuhan yang maha esa, karena atas segalah rahmat dan karunia Nya kepada penulis sehingga makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam Paper ini penulis membahas “Etika dalam Mobile Marketing”.
Paper ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Etika Profesi studi teknik Elektro Universitas RespatiYogyakarta. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis menyadari banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan paper ini.

Yogyakarta, 02 November  2018


Penyusun



DAFTAR ISI
COVER
Kata Pengantar..........................................................................ii
Daftar Isi.....................................................................................iii
Bab I   Pendahuluan.................................................................1
1.1 Latar Belakang.....................................................................1
1.2 Rumusan Masal................................................................... 4
1.3 Tujuan Masala..................................................................... 5
Bab II  Tinjauan Pustaka......................................................... 6
2.1   Pengertian Etika................................................................ 6
2.2   Pengertian Bisnis............................................................... 6
2.3   Pengetian Etika Bisnis....................................................... 7
2.4   Dasar Etika........................................................................ 9
2.5   Perkembangan Etika Bisnis............................................... 9
2.6   Prinsip-prinsip Etika Bisnis.................................................11
2.7   Manfaat Etika Bisnis...........................................................12
2.8   Etika Bisnis dalam Mobile Marketing..................................12
2.9   Pengetian Etika Bisnis........................................................13
2.10 Kendala-kendala dalam pencapaian tujuan etika bisnis.....14
2.11 Peranan Etika dalam Bisnis.................................................16
Bab III  Pembahasan..................................................................19
3.1   Etika dalam Bisnis................................................................19
3.2   Peranan Etika Bisnis............................................................ 21
3.3   Peranan Etika dalam Bisnis................................................. 22
Bab IV Kesimpulan .................................................................... 23
4.1   Kesimpulan........................................................................... 23
4.2   Saran.................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 24







BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Pada era globalisasi seperti sekarang ini telah banyak penemuan-penemuan dalam berbagai segi, termasuk dalam segi teknologi. Internet adalah salah satu penemuan yang kemudian berkembang pesat. Hampir semua orang terikat dengan internet, berbagai usia dari yang muda sampai yang tua. Semua yang kita inginkan bisa di cari lewat internet. Perkembangan inilah yang menjadi pemicu munculnya online shop, dimana hanya dengan bermodalkan kuota dan tanpa perlu repot keluar rumah kita bisa mendapatkan hal yang kita mau. Online shop ini termasuk kedalam bisnis perdagangan media internet atau media telekomunikasi yang banyak diminati oleh khayak umum.
Dengan tingginya minat masyarakat terhadap bisnis online ini maka dunia perdagangan dalam online shop ini mampu menyediakan layanan jasa dan barang yang diinginkan secara cepat sesuai dengan keinginan atau permintaan dari si konsumen. Hal ini kemudian akan memunculkan transaksi media sosial atau online guna menghubungkan penjual dan pembeli dan mempermudah transaksi dari kedua belah pihak. Jauh berbeda dengan sebelum adanya internet dimana biasanya dalam memasarkan produk atau jasa akan dilakukan secara offline ditempat usaha yang berupa toko mall, warung-warung ataupun pasar dan secara lokal (tidak dapat dijangkau oleh masyarakat luas). Sekarang berkat adanya internet penjualan dapat dilakukan dimana saja bahkan tanpa perlu memiliki tempat usaha kita telah dapat memasarkan produk atau jasa secara luas dan menjangkau masyarakat luas bahkan seluruh dunia.
Internet mendorong adanya pasar bebas pada dunia perdagangan sehingga persaingan promosi semakin tinggi. Celah-celah bisnis ini diisi oleh berbagai produk dengan berbagai promosi agar mendapatkan jangkauan pasar luas. Bagaimna telah kita ketahui bahwa efisiensi promosi yang dilakukan melalui media sangat tinggi hal ini dikarenakan daya bujuk kuat dan hanya menggunakan sedikit biaya.
Smartphone dipicu oleh hadirnya Blackberry dimana Blackberry ini memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat mengirim pesan berupa gambar dan suara bahkan dalam perkembangannya Blackberry juga dipergunakan untuk mengirim uang. Di Blackberry ini pula terdapat fitur BBM Grup yang kerap dimanfaatkan dalam dunia bisnis karena dapat mengirim pesan berupa gambar, pesan dengan panjang karaker tak terbatas dan biaya murah. Namun seiiring perkembangan zaman Blackberry kurang diminati dan tergantikan oleh smartphone lain yang menawarkan fiture dan keunggulan yang lebih modern dari Blackberry. Onlineshop juga telah banyak meninggalkan BBM Grup dan bealih ke Media sosial lain seperti Instagram dan facebook untuk mempromosikan produknya dan lebih banyak menggunakan whatsapp untuk media komunikasinya.Mobile marketing adalah sebuah sarana promosi dimana promosi tersebut memanfaatkan smartphone atau perangkat mobile.
Para marketer mulai mengincar mobile marketing sebagai target utama dengan membangun atau membuat dua versi web atau blog khusus yang dapat diakses menggunakan perangkat mobile, karena web dengan kode html biasa tidak dapat diakses dengan sempurna dengan perangkat mobile. Hal ini dilakukan untuk menjaring lebih besar pasar yang belum di eksploitasi mobil marketing. Profesional bisnis di Indonesia lebih dari 50% menggunakan smartphone untuk bekerja (Wijaya, 2012).
Bentuk pemasaran melalui mobile marketing salah satunya dalah melalui reseller. Reseller berasal dari kata Re dan Seller. Re berarti kembali dan seller berarti penjual. Jadi dapat disimpulkan bahwa reseller adalah seseorang yang menjual kembali barang yang ia beli dari supplier kepada konsumen dengan harga yang biasanya lebih mahal. Reseller yang paling banyak diminati yaitu reseller fashion, dimana mereka dapat mengupload foto produk mereka pada grup BBM, Whatsapp, line atau media sosial seperti web mobile, instagram dan facebook. Didalam mempromosikan produk mereka, reseller tentunya perlu menerapkan etika bisnis.
Promosi harus jujur, bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Promosi tidak boleh menyinggung perasaan dan atau merendahakan martabat agama, adat budaya, suku, dan golongan. Promosi harus dijiwai oleh asas persaingan sehat (Faizal, 2010).
Untuk menghidari agar konsumen tidak kecewa ketika produk sampai ketangan konsumen maka reseller harus melakukan promosi secara jujur serta bertanggung jawab dimna reseller dapat menjelaskan detail produk yang mereka tawarkan kepada konsumen yang dapat berupa bahan, ukuran ataupun warna. Hal ini juga berguna membentuk kepercayaan konsumen mengenai produk tersebut sehingga konsumen tidak merasa tertipu jika informasi yang disajikan sesuai dengan reaitas produk.
Disini penulis akan membahas penelitian yang dilakukan oleh Bob Sefias Reagan dalam jurnal yang ia tulis dengan judul Etika bisnis dalam mobile marketing (studi Deskriptif Kualitatif pada Jualan Branded Grup dan apriliza Shop) pada tahun 2014. Penelitian ini mengambil dua lokasi ini  karena ingin memberikan wacana bagaimana etika bisnis Mobile marketing untuk reseller fashion pria dan wanita diterapkan.

1.2      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan di atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
a.      Bagaimana etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing?
b.      Bagaimana peranan etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing?
c.      Bagaimana pengaruh dari etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing?

1.3      Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah maka rumusan tujuan masalah adalah sebagai berikut:
a.      Untuk mengetahui etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing
b.      Untuk mengetahui peranan etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing
c.    Untuk mengetahui pengaruh dari etika dalam bisnis online shop atau mobile marketing?









BAB II
Tinjauan Pustaka
2. 1    Pengertian Etika
Etika sebagai praksis berarti nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktikkan atau justru tidak dipraktikkan, walaupun seharusnya dipraktikkan. Dapat dikatakan juga etika sebagai praksis adalah apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral. Sedangkan etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral. Dalam etika refleksi seseorang berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan Etika sebagai refleksi menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang (Bertens, 2009, h.33). Dengan demikan dapat dikatakan bahwa etika adalah cabang filsafat yang mempelajari baik buruknya perilaku manusia (Bertens, 2009, h.35).

2. 2    Pengertian Bisnis
Bisnis dari bahasa Inggris “business”, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Di dalam melakukan bisnis, kita wajib untuk memperhatikan etika agar di pandang sebagai bisnis yang baik. 
Beberapa pengertian bisnis menurut para ahli sebagai berikut:

·         Allan afuah (2004) 
Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dana menjual barang ataupun jasa agar mendapatkan keuntungan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan ada di dalam industry
·         T. chwee (1990)
Bisnis merupakan suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat.
·         Grifin dan ebert
Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. 

2. 3    Pengertian Etika Bisnis
Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Berikut ini beberapa pengertian etika bisnis menurut para ahli:
·         Zimmerer (1996:20), etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai – nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan.

·         K. Bertens, Pengantar Etika Bisnis, (Yogjakarta: Penerbit Kanisius, 2000, Hal. 5), Etika Bisnis adalah pemikiran refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis
·         Velasquez, 2005,  Etika Bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis
·         Steade et al (1984: 701) dalam bukunya ”Business, Its Natura and Environment An Introduction”).Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan  dan cara membuat keputusan bisnis.
·         Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Journal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1)      Utilitarian Approach: setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2)      Individual Rights Approach: setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3)      Justice Approach: para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

2. 4     Dasar Etika
Beberapa hal yang mendasari perlunya etika dalam kegiatan bisnis:
1)      Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib manusia yang terlibat di dalamnya.
2)      Bisnis adalah bagian penting dalam masyarakat
3)      Bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak – pihak yang melakukannya.

2. 5     Perkembangan Etika Bisnis
Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens (2000):
1.         Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2.         Masa Peralihan: tahun 1960-an
Ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.
3.         Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
4.         Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
Di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
5.         Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
Tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia.Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996

2. 6    Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Adapun prinsip etika bisnis menurut Sutrisna (2011, h.70) adalah:
1. Prinsip otonomi
2. Prinsip Kejujuran
3. Prinsip Keadilan
4. Prinsip Saling Menguntungkan
5. Prinsip Integritas Moral

Prisip ini yaitu otonomi dimana perusahaan memiliki wewenang bebas sesuai bidangnya serta pelaksaan yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan, biasanya bersangkutpaut dengan kebijakan eksekutif perusahaan. Prinsip otonomi ini berfungsi  dalam pengambilan keputusan bisnis. Prinsip yang kedua yaitu prinsip kejujuran dimana prinsip ini adalah kunci mutlak dalam menjalankan bisnis guna betahan dalam jangka waktu lama dan persaingan bisinis. Kejujuran ini berkaitan dengan mutu dan harga barang yang ditawarkan, dimana kepercayaan konsumen menjadi taruhannya. Prinsip ketiga yaitu keadilan dimana disini perusahaan dituntuk untuk berperilaku adil entah dalam relasi ekternal atau internal perusahaan. Prinsip yang keempat yaitu prinsip saling menguntungkan dimana menuntut agar tidak adanya pihak yang dirugikan dalam hak dan kepentingannya. Prinsip kelima yaitu prinsip integritas moral dimana perusahaan dituntut menjalannkan bisnis sedemikian rupa agar nama baik perusahaan tetap dipercaya dan unggul.
Prinsip ini dihayati sebagai tuntutan moral dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar dalam menjalankan bisnisnya senantiasa menjaga nama baik dirinya dan perusahaannya

2. 7    Manfaat Etika Bisnis
Pelaku bisnis akan memperoleh kepercayaan dan citra yang baik di mata konsumen. Manfaat perusahaan dalam menerapkan etika bisnis nenurut Amran (2012, h.14) yaitu:
1. Perusahaan mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
2. Menciptakan citra yang baik di mata konsumen.
3. Meningkatkan motivasi pekerja.
4. Keuntungan perusahaan dapat diperoleh.

2. 8    Etika Bisnis dalam Mobile Marketing
Menurut AnneAhira, etika binsis di Internet atau dunia maya harus memperhatikan hal sebagai berikut.
1. Jujur
2. Ramah
3. Berjanji itu untuk ditepati
4. Adil
5. Kepedulian pada pelanggan
6. Responsif
7. Menghargai pesaing
8. Mematuhi hukum yang berlaku
9. Membayar pajak
10. Dedikasi tinggi
Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa Blackberry merupakan salah satu Smartphone yang banyak digunakan untuk Mobile Marketing, sehingga prinsip etika bisnis dalam Mobile Marketing dengan Blackberry adalah sama dengan penjulan bisnis secara online. Dua dari nilai etika bisnis tersebut koheren dengan nilai yang dikemukakan Bertens sebagai berikut.
1. Bertanggung jawab
2. Bersaing secara sehat.

2. 9    Computer Mediated Communication(CMC)
Computer Mediated Communication (CMC) adalah istilah yang digunakan untuk melakukan komunikasi berbasis internet, menggunakan computerantar dua orang atau lebih dan melibatkan pertukaran informasi melalui jaringan server. Domain ini mencakup semua alat dan sistem pesan elektronik (Lee, 2002, h2).
Dalam jaringan mobille marketing, perusahaan bisa mendapatkan pelanggan melalui aksi pesan teks, pesan multimedia, dan gambar (MMS/Multy Media Service). Hal ini semakin menjelaskan bahwa mobille marketing dianggap sebagai saran yang layak sebagai komunikasi pemasaran, karena adanya karakteristik strategi pemasaran yang bersifat personalisasi, unik, tidak terbatas pada lokalisasi dan dapat berinteraktif di mana-mana (Al-Alak, 2010).

2.      Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan.
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang berlaku dengan tujuan yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi yang dianutnya dengan praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan lainnya, atau antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Orang-orang yang kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal karena mereka mengejar tujuan dengan mengabaikan peraturan.

3.      Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil.
Hal ini diperkeruh oleh banyaknya sandiwara politik yang dimainkan oleh para elit politik, yang di satu sisi membingungkan masyarakat luas dan di sisi lainnya memberi kesempatan bagi pihak yang mencari dukungan elit politik guna keberhasilan usaha bisnisnya. Situasi ekonomi yang buruk tidak jarang menimbulkan spekulasi untuk memanfaatkan peluang guna memperoleh keuntungan tanpa menghiraukan akibatnya.
4.      Lemahnya penegakan hukum.
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di pengadilan bisa bebas berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi ini mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma etika.
5.      Belum ada organisasi profesi bisnis dan manajemen untuk menegakkan kode etik bisnis dan manajemen.
Organisasi seperti KADIN beserta asosiasi perusahaan di bawahnya belum secara khusus menangani penyusunan dan penegakkan kode etik bisnis dan manajemen.

2. 11 Peranan Etika dalam Bisnis
Menurut Gustina (2008), beberapa alasan mengapa etika itu penting bagi kegiatan bisnis diantaranya:
1.      Etika seharusnya menjadi pedoman bagi semua kegiatan manusia, karena bisnis adalah kegiatan masyarakat maka etika seharusnya menjadi pedoman dalam kegiatan bisnis tersebut
2.      Bahwa aktivitas bisnis adalah sama dengan aktivitas masyarakat lainnya, tidak akan dapat berlangsung kecuali para pelakunya mematuhi standard etika yang ada. Contohnya: saat konsumen menanyakan kenapa gambar atau foto dalam web tidak jelas, dan dijawab dengan seenaknya saja aatau dengan kata-kata kasar, jadi tidak ada bisnis yang dapat berlangsung terus menerus tanpa etika maka minimal para pelaku bisnis yang bersangkutan harus mematuhi nilai etika yang ada.
3.      Pertimbangan etika sangat konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya tujuan untuk mamaksimumkan keuntungan. Banyak perusahaan yang mengalami dilema moral namun berhasil menyelesaikannya secara bermoral pula dan tetap memperoleh keuntungan yang memadai, atau perusahaan yang dikenal memiliki kultur perusahaan yang bermoral ternyata adalah peusahaan yang berhasil. Memang hal ini tidak membuktikan adanya hubungan etika dengan keuntungan perusahaan, sebab ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Namun tanpa adanya etika dalam bisnis menyebabkan kegitan tersebut tidak berjalan stabil.
Masyarakat juga cenderung menyelahkan para pelaku bisnis yang tidak bermoral serta menghargai atau memuji para pelaku bisnis yang bermoral, sehingga para pelaku bisnis yang bermoral ini akan memperoleh keuntungan walaupun tidak jelas dalam bentuk dan jangka waktunya sedangkan pelaku bisnis yang tidak bermoral akan mengalami kerugian yang juga tidak jelas bentuknya seperti apa jangka waktunya. Peranan etika dalam kegiatan bisnis antara lain adalah:
1.         Etika harus menjadi pedoman dalam kegitan masyarakat, karena itu seharusnya juga menjadi pedoman bagi binis. Mana tindakan yang tepat, benar dan boleh dilakukan dalam bisnis yang diharapkan menguntungkan semua pihak yang terlibat (Satyanugraha, 2003 dalam jurnal Gustina, 2008)
2.         Etika berperan sebagai penghubung pelaku bisnis. Jika produsen sebagai penyedia produk yang akan dibeli oleh konsumen menyediakan fasilitas pelayanan jual bagi setiap konsumen yang telah memakai produknya, bukanlah sebuah celah bagi keduanya untuk terus berhubungan. Pelayanan purna jual tentu merupakan refleksi nilai atau etika bisnis yang terapkan perusahaan untuk menjadi loyalitas konsumen (Tjiptono, 2005 dalam jurnal Gustina 2008)
3.         Etika juga berperan sebagai syarat utama untuk kelanggan atau konsistensi perusahaan. Perusahaan yang beretika akan selalu berusaha untuk memuaskan pelanggan atau konsumennya. Konsumen yang loyal akan dapat membantu perusahaan agar tetap bisa bertahan (Tjiptono, 2005 dalam jurnal Gustina 2008)
Banyak peranan lain yang dapat mempengaruhi oleh nilai atau etika ini. Etika yang memerlukan pemahaman semua pihak agar kegiatan masyarakat tetap berlangsung dan menguntungkan semua yang terlibat, akan menjadi suatu jawaban terjadinya kesenjangan dalam dunia bisnis. Tanpa etika yang diterapkan oleh semua pihak yang terkait dalam kegiatan bisnis tersebut tentu kegiatan bisnis tidak akan dapat bertahan.


BAB III
PEMBAHASAN

3. 1.   Etika dalam bisnis
Kedua Reseller tersebut telah menerapkan etika bisnis, walaupun si reseller belum sepenuhnya memahami tentang etika bisnis. Dimana konsep etika bisnisnya yaitu:
a.         Kejujuran
Contoh tindakan kejujuran reseller antara lain:
·    Reseller fashion memberikan informasi tentang produk sesuai dengan kondisi produk, yang ditunjukkan dengan foto disertai informasi bahan dan ukuran.
·   Pemberian harga sesuai dengan yang dicantumkan saat promosi, syarat berlaku, menjelaskan harga produk dan ongkos kirim.
·    Jujur dalam kualitas produk, apalagi untuk produk branded yang sudahterkenal dan banyak dijual di toko lain.
b.         Tanggung Jawab
Contoh tindakan tanggung jawab reseller yaitu :
·           memperlakukan semua pelanggan dan karyawan secara adil
·           mengirimkan produk sesuai transaksi yang dilakukan sampai ketakang konsumen
·           menyelesaikan complain dari konsumen dengan cepat.

c.         Bersaing secara sehat
Contoh tindakannya yaitu tidak menjatuhkan pesaing dengan cara-cara kotor, menjaga hubungan baik dengan para kompetiter`
d.         Ramah
Contoh tindakan reseller dalam hal ramah yaitu :
·           Melakukan interaksi dengan konsumen
·           Ramah dalam menganggapi setiap pertanyaan konsumen terkait dengan produk yang dijual
e.         Peduli pada pelanggan
Kepedulian terhadap pelanggan tercemin pada :
·           Tidak adanya pemaksaan terhadap pembelian suatu produk, namun reseller fashion memberikan informasi yang jelas mengenai produk tersebut, misalnya kualitas produk.
·           Penangan pesanan maupun complain diterima secara welcome oleh reseller fashion.
f.          Responsif
Nialai responsif terwujud dalam:
·           Penyediaan waktu untuk konsumen
·           Menjawab setiap keingintahuan konsumen atas suatu produk yang dipromosikan dengan keramahan
g.         Dedikasi yang tinggi
Tercermin dalam penjualan produk yang berkualitas dan pelayanan yang baik

3. 2.   Peranan etika bisnis
Dalam adanya etika juga bisa untuk memecahkan sebuah permasalahan yang ada. Permasahan yang ada diselesaikan dengan baik dan tanpa ada satu sama lain tersakiti. Etika ini menjadikan para pelaku bisnis maupun para konsumen bisa melihat mana yang benar dan yang salah. Etika bisnis ini juga membentuk suatu kenyamanan tertentu terhadap para konsumen saat berbelanja pada situs website. Dalam berbisnis online shop yang baik harus memiliki etika dan tanggung jawab sosial sesuai dengan fungsinya. Online shop sangat mempertimbangkan etika sangat konsisten dalam tujuan bisnis khususnya tujuan untuk mamaksimalkan keuntungan karena banyak perusahaan atau online shop mengalami delema moral namun berhasil dalam menyelesaikannya dengan bermoral dan tetap memperoleh keuntungan yang memadai atau jika online shop yang dikenal mempunyai kultur yang bermoral tinggi adalah online shop yang berhasil.




3. 3.   Pengaruh etika dalam bisnis
1.      Jujur dalam menjalankan bisnis dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
2.   Semakin kita cepat dan tanggap dalam memberi respon yang diadukan pelanggan semakin konsumen merasa puas dengan service yang kita berikan.
3.   Sifat ramah dapat meningkatkan ketertarikan konsumen untuk melakukan transaksi pembelian produk, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan produk.
4. Sikap ramah dan kepedulian terhadap pelanggan akan meningkatkan jalinan komunikasi dan loyalitas konsumen terhadap reseller fashion.



BAB IV
PENUTUP
4. 1.    Kesimpulan
Dalam masyarakat tanpa etika, ketidakpercayaan dan kepentingan diri yang tidak terbatas akan menciptakan “perang antar manusia terhadap manusia lain”, dan dalam situasi seperti itu hidup akan menjadi “kotor, brutal, dan dangkal”. Karenanya dalam masyarakat seperti itu, tidak mungkin dapat melakukan aktivitas bisnis, dan bisnis akan hancur. Karena bisnis tidak dapat bertahan hidup tanpa etika, maka kepentingan bisnis yang paling utama adalah mempromosikan prilaku etika kepada anggotanya dan juga masyarakat luas.
        
4. 2.   Saran
Saran Praktis Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penerapan etika bisnis dalam mobile marketing dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan loyalitas yang berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan. Oleh karenanya diharapkan semua online shop baik reseller fashion maupun dropshiper  terus memperhatikan etika  bisnis dalam kegiatan usahanya



DAFTAR PUSTAKA

Irma, Ade. 2014. Makalah Etika Bisnis
Di akses pada tanggal 29 November 2018 puluk 20.58 WIB.

Nurhaanah, Siti. 2014. Etika Bisnis Dalam Mobile Marketing pada Labellabutik Group dan Muezza Collection Shop.
http://annaannalollypop.blogspot.com/2014/10/jurnal-etika-bisnis-tugas-1.html . Di akses pada tanggal 29 November 2018 pukul 23.49 WIB

Reagan, Bob Sefias. 2014. ETIKA BISNIS DALAM MOBILE MARKETING

Setyorini, Diah. 2017. Peran Gender Dan Etika dalam Online Shop


Komentar